Internal Audit
Training IMO Course Internal Audit merupakan program pengembangan kompetensi yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, dan melaporkan kegiatan audit internal sesuai dengan persyaratan sistem manajemen yang berlaku di sektor maritim serta pedoman yang relevan dari standar internasional. Pelatihan ini bertujuan untuk membekali peserta dengan pemahaman menyeluruh mengenai prinsip-prinsip audit, teknik pengumpulan bukti objektif, identifikasi ketidaksesuaian (non-conformity), serta penyusunan rekomendasi perbaikan yang efektif.
Selama pelatihan, peserta akan mempelajari konsep dasar audit internal, peran dan tanggung jawab auditor, metode audit berbasis risiko, teknik wawancara, observasi lapangan, serta peninjauan dokumen dan rekaman yang menjadi bagian dari proses audit. Materi juga mencakup tahapan audit mulai dari persiapan audit, pelaksanaan audit, penyusunan laporan, hingga tindak lanjut terhadap temuan audit untuk memastikan efektivitas tindakan korektif dan peningkatan berkelanjutan.
Program ini dirancang secara interaktif melalui kombinasi pemaparan teori, studi kasus, diskusi kelompok, simulasi audit, dan latihan praktik yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan peserta dalam menghadapi situasi audit yang nyata. Dengan pendekatan tersebut, peserta tidak hanya memahami persyaratan dan prosedur audit, tetapi juga mampu menerapkannya secara profesional dalam lingkungan kerja.
Training ini sangat sesuai bagi personel yang terlibat dalam sistem manajemen mutu, keselamatan, keamanan, dan kepatuhan operasional, termasuk auditor internal, supervisor, manajer, personel Quality Assurance, serta staf yang bertanggung jawab terhadap implementasi dan pemeliharaan sistem manajemen. Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta diharapkan mampu melaksanakan audit internal secara independen, objektif, dan sistematis, sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan efektivitas sistem manajemen, kepatuhan terhadap regulasi, serta kinerja organisasi secara keseluruhan. Dengan kompetensi tersebut, organisasi dapat memperkuat budaya perbaikan berkelanjutan dan memastikan pencapaian standar operasional yang sesuai dengan praktik terbaik internasional.
